Sunday, October 14, 2012

catatan pendek tentang lagu cinta


Apa yang tersisa dari kenangan? Tanyaku pada otak. Apa yang tersisa dari memori? Tanyaku pada otak. Apa yang tersisa dari ingatan? Tanyaku pada otak.
Perasaan. Jawab hati lirih. 
Aku tertegun. 
Kenangan akan dirimu seperti potongan-potongan gambar yang semu. Warnanya pudar dan kabur. Aku tidak tahu apakah aku sanggup menjaga agar kepingan kenangan itu tetap di otakku. Aku hanya tahu bahwa perasaan yang membekas di hati ini tidak akan pernah hilang. 
Saat kau datang pertama kali dalam hidupku, aku mendengar sebuah lagu. Kau menyebutnya lagu pertemuan. Bagiku, lagu itu adalah lagu cinta. 
Saat kau pergi dari hidupku, aku juga mendengar sebuah lagu. Kau menyebutnya lagu perpisahan. Bagiku, lagu itu tetaplah lagu cinta. 
Aku mungkin terlalu naif. Tapi, jika cinta adalah suatu pertemuan dan perpisahan, aku akan tulus menerimanya. Aku hanya percaya, terlalu percaya, bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu lagi dan mungkin berpisah lagi. Namun, kita akan tetap saling mencintai. Sampai kapanpun. 




-ultrautogia-
for beauty and beast 
~dalam malam insomnia~

No comments:

Post a Comment