Wednesday, February 16, 2011

Kalo ternyata kita menyayangi orang yang sama, apakah kamu tetap jadi sahabatku? Apakah kamu tetap jadi saudaraku?


Waktu itu angin bertiup cukup kencang. Matahari juga menyengat cukup ganas. Debu-debu beterbangan berpadu dengan panas yang membakar bumi.
Aku mengayuh sepedaku dengan sekuat tenaga. Mataku berkali-kali kemasukan debu. Perih. Pedih. Tapi, aku bertahan. Aku bertahan karena sakit yang aku rasakan itu tidak sesakit luka yang aku rasakan di hatiku.


Kalo aku bisa mematikan hatiku, pasti, saat itu juga aku akan mematikannya.
Kalo aku bisa hidup tanpa memiliki hati yang bisa merasa, pasti, akan aku buang saat itu juga.
Kalo aku bisa membekukan rasa ini, pasti, akan aku bekukan saat itu juga.

Sering aku berkata dalam hati…
“Bukannya perasaan yang aku rasakan ini setara dengan rasa benci? Lalu, kenapa bukan kebencian saja yang aku rasakan?”




Aku terlalu menyayangi mereka…
Aku terlalu menyayangi keduanya…
Aku tidak bisa mengabaikan keduanya…

Aku menyayanginya…
Aku juga menyayangi sahabatku itu… Bukan !  Dia bukan lagi seorang sahabat… Dia saudaraku…




Kenapa kita berdua menyayangi orang yang sama?
Ini terlalu menyakitkan…
Aku tidak bisa memintamu mundur atau menjauhinya…
Tapi, kalo aku yang pergi… Itu sangat melukaiku…!
Lalu, bagaimana dengan dia?
Apakah dia akan memilih salah satu dari kita?
Atau, apakah dia tidak akan memilih?
Hhh… apapun yang akan dipilihnya, tetap akan melukai kita…


Apakah kita menyayangi orang yang salah?
Apakah aku harus membunuh perasaan ini?
Apakah kamu harus membunuh perasaan ini?
Atau, apakah kita harus membunuh perasaan ini?

Karena….
Karena kita tidak mungkin membunuhnya…
Kita tidak mungkin membunuh lelaki itu…



Kalo ternyata kita menyayangi orang yang sama, apakah kamu tetap jadi sahabatku? Apakah kamu tetap jadi saudaraku?


Karena aku akan menjawab  “YA”
Jika kamu menanyakan hal itu kepadaku.




Aku masih mengayuh sepedaku dengan sekuat tenaga. Melewati jalan berbatu dan berliku sambil terus menahan perih dan pedih yang menusuk mataku. Dan… masih juga terus menahan perih dan pedih yang menusuk hati dan perasaanku.




No comments:

Post a Comment