Sunday, September 16, 2012

Teman Bermain



Sore itu dia mengajakku bermain lagi. 
“Ayo! Ayo sini!” panggilnya. “Ayo cepat!”
Aku berlari mengejarnya. “Tunggu!”
Dia berlari menyeberangi jalanan yang sangat ramai.
“Dinda! Awas!!”, teriakanku terhalangi oleh suara tabrakan yang keras. Aku melihat Dinda tergeletak bersimbah darah di tengah jalan.
Aku terbangun dari tidurku. Nafasku tersengal-sengal.
“Ayo! Ayo sini!” Dinda melambaikan tangannya kepadaku. “Ayo kita bermain!” Tubuhnya yang penuh darah melayang-layang di hadapanku.
Dinda, teman bermainku, sudah meninggal 10 tahun yang lalu. 


-ultrautogia-




Saturday, September 15, 2012

Tak Akan Terganti


Aku memeluknya lagi malam ini. Aku menciumnya lagi malam ini. Entah sudah malam yang keberapa.
Mungkin saja ini malam terakhir aku bisa bersamanya. Tidak! Aku tidak ingin berpisah dengannya! Aku ingin selalu bersamanya. Tidak akan aku biarkan siapapun memisahkan aku dengannya!
Brak! Pintu kamarku didobrak sekelompok orang.
“Tangkap dia!” Orang-orang itu menyeretku keluar kamar.
“Tidak! Jangan! Jangan pisahkan aku dengan ibuku!”, teriakku.
“Cepat! Bawa dia ke kantor polisi!”, teriak seseorang diantara kerumunan “Dialah orang yang sudah mencuri mayat di kampung kita!”



-ultrautogia-


Narcist


“I love you.” He kissed my lips. I stayed still.

I pushed him away. “Why?” I asked. “Why do you love me?”

“I don’t know. I just love you. I know it’s wrong. But, I can’t help this feeling. It’s killing me.” He looked deeply into my eyes.

I looked away. I love him since I was a child. But, I never told him about it... and he suddenly told me that he loved me. What should I do? 

“I... Actually... I... I... Love... you... since we were kids...” I looked down. I couldn’t stare his face. 

He held and turned my face on his. He smiled. So much handsome. Just like me.  

He kissed me again softly.

I love you too, my twin.




-ultrautogia-

inspired by: My Sister My Love (Japanese Movie) 

Friday, September 14, 2012

Tanpa Nama


“Aku hamil.”, ujarnya pelan.

Airmatanya mengalir deras. “Maafkan aku... Aku nggak bermaksud merusak hubunganmu dengan Andro. Aku memang jahat, aku nggak pantes jadi sahabatmu... Maafkan aku... Maaf...”

Plak!! Aku menampar pipinya. Rena diam sambil memegangi pipinya yang kemerahan.

Lagi-lagi aku dikhianati. Kali ini kekasihku menghamili sahabatku.

“Apa Andro mau bertanggung jawab?”, tanyaku sambil menahan airmataku yang hampir menetes.

Rena menggeleng pelan. “Dia ingin menggugurkan anak ini...” Rena menangis. “Kalau kamu juga memintaku untuk menggugurkan anak ini... Aku akan menggugurkannya...” 

Plak!! Aku menamparnya lagi. “Bodoh!!” Airmataku menetes. “Jangan pernah gugurkan anak itu! Kamu harus melahirkannya! Lupakan Andro!! Mulai sekarang kita mulai hidup baru tanpa si brengsek itu!” 

Rena mengangkat wajahnya. “Kamu... serius?” 

Aku mengangguk. “Aku akan menolongmu...” 

Sore itu, untuk pertama dan terakhir kalinya, aku dan Rena menangis karena disakiti oleh laki-laki yang sama. 

Rena memelukku. “Maafkan aku... Maaf karena mengecewakan dan mengkhianatimu.” 

Aku lelah dengan cinta dan kepalsuannya. Cinta memang hal yang tak mungkin bagiku.

“Terima kasih, Rendy. Kamu memang sahabatku yang paling baik.”, kata Rena lirih dalam pelukanku.



-ultrautogia-


 

Sepotong Kisah dalam Sepotong Foto



Ayla menatap kosong layar handphone-nya. Sebuah foto blur terpampang di layarnya, foto yang tampaknya diambil diam-diam dari samping. Seorang laki-laki dan perempuan berpelukan dengan mesra.

Ayla melajukan mobilnya. Pernikahannya tinggal minggu depan. Undangan sudah disebar, gedung sudah dipesan, gaun pernikahan sudah jadi, semua hal sudah siap. Ayla merasa lelah. Pandangannya kosong. Pikirannya campur aduk. Dia hanya ingin penjelasan. Dia tidak ingin ada salah paham.

Brakkk!! Terdengar suara tabrakan yang sangat kencang. Mobilnya menabrak sebuah pohon di tikungan. Orang-orang berkerumun di sekeliling mobilnya. Ayla memundurkan mobilnya lalu melajukan lagi mobilnya ke rumah calon suaminya. Kerumunan orang mulai bepergian. 

Satu jam, dua jam, tiga jam… Ayla menunggu di depan rumah Bima tapi Bima tidak juga pulang. Mungkin besok saja, pikir Ayla. Meninggalkan rumah Bima.

Ayla memarkir mobilnya di depan rumah. Penuh sesak orang. Ada apa?, tanya Ayla dalam hati.

Di ruang tamu, sebuah peti dikelilingi banyak orang. Ayla mendekat. Sesosok wajah terlihat seperti sedang tertidur pulas di dalam peti tersebut.

Di sudut ruangan, Ayla melihat Bima dan Lana, sahabatnya, berpelukan persis seperti di foto yang dia lihat di handphone-nya. Mereka berdua menangis sambil mendekap foto Ayla.






-ultrautogia-

 

Sunday, September 09, 2012

You are miracle

don't destroy yourself. 
love your own self. 
that's the most precious thing in the world. 
you are perfectly created. 
you are special. 
be grateful of yourself. 
you are the miracle of the world. 

even if you are not healthy. you've been sick since you were born. or even if you are slightly healthy. you are easily to get sick. or even if you are very healthy that you are rarely to get sick. just love yourself. treat yourself well. don't ever destroy yourself. don't ever hurt your own self. 

even if you're poor or rich, even if you're ugly or beautiful, even if you're short or tall, even if you're fat or slim, even if you're black or white.... whatever you are, whoever you are, wherever you are, whenever you are.... don't ever destroy yourself, don't ever destroy your own life. Love your self just they way you are... Love your life just the way it is.... Be thankful for yourself, you whole life.... 

because, when you do... when you hurt or destroy yourself......you'll be disappointed with yourself. That's the worst thing in the world. Just don't ! Don't be ! 

Treasure your self. Treasure your life. 
Love your self. Love your life. 
Don't ever harm and damage your self and your life. 
Because... 

You are precious. You are special. You are miracle. 



-ultrautogia-



Saturday, September 08, 2012

niceFLATnose: The Gank

niceFLATnose: The Gank

Look ! I'm one of the members of The Gank ! 




repost from: niceFLATnose
credit to: http://niceflatnose.blogspot.com/